Tuesday, July 03, 2007

Pertemuan Aktivis Linux dengan Menkominfo

Klik: http://harry.sufehmi.com/archives/2007-01-19-1376/

Mari Mengenal LTSP

Thin client adalah jenis infrastruktur IT dimana client/workstation/desktop hanya menampilkan layar/output, dan tidak melakukan proses komputasi lainnya. Semua pekerjaan dilakukan di server. Karena itu client tidak membutuhkan komputer dengan spesifikasi yang “mewah”. Pentium II dengan memory 32 MB sudah lebih dari cukup, dan hard disk tidak diperlukan.
Arsitektur thin client kadang juga dikenal dengan istilah centralized atau server-based computing.

Contoh berbagai solusi thin client misalnya Windows Terminal Server, Citrix Metaframe, NX, dan, yang akan dibahas sekilas disini, LTSP.

Ada banyak kelebihan solusi berbasis thin client jika dibandingkan dengan desktop konvensional :

  1. Investasi hardware jauh lebih murah : Dimana biasanya untuk setiap staf baru kita perlu membelikan sebuah komputer Pentium IV dengan memory minimal 256 MB, dengan thin client maka kita cukup membelikan komputer bekas Pentium II dengan memory 32 MB — namun performanya tetap dapat menyamai Pentium IV
  2. Longer hardware lifecycle : selain investasi hardware lebih murah seperti yang telah disebut diatas, juga umur hardware menjadi lebih panjang. Dimana biasanya mungkin kita perlu meng upgrade komputer desktop setiap 3-4 tahun, dengan solusi thin client, maka komputer bisa digunakan sampai lebih dari 5 tahun dengan performa yang tetap sangat baik.
  3. Maintenance : Jauh lebih mudah, tidak mengganggu user, dan tidak memakan waktu. Dimana biasanya jika ada komputer rusak maka kita perlu waktu minimal satu hari (backup data user, install ulang komputer, restore data user). Maka, dengan thin client kita cukup mengganti komputer user dengan komputer Pentium II lainnya; dan user dapat kembali bekerja dalam waktu hitungan menit.
  4. Manajemen desktop : juga menjadi jauh lebih mudah - contoh: jika ada 100 desktop, maka kita perlu melakukan 100 kali instalasi seluruh software yang ada. Namun dengan solusi thin client, maka kita hanya perlu instalasi satu kali, dan 100 desktop otomatis akan mendapatkannya juga.

    Kita juga bisa mudah “mengunci” desktop client, sehingga mereka tidak bisa memasang software-software tanpa sepengetahuan kita — dimana ini adalah salah satu penyebab utama masuknya virus / spyware / trojan, dengan dampak susulan yang bisa sangat fatal bagi perusahaan.
  5. Upgrade mudah & murah : untuk meningkatkan kinerja seluruh desktop, seringkali dapat dilakukan cukup dengan upgrade memory di server dan/atau upgrade switch. Dibandingkan dengan desktop biasa, dimana jika ada 100 desktop maka total biaya upgrade dikalikan dengan 100 buah komputer, sangat mahal & tidak efisien.
  6. Keamanan data : karena semua data tersimpan di server, maka bisa lebih mudah kita amankan dari oknum staf (corporate espionage, internal hacker, dst). Desktop thin client juga bisa kita “kunci” sehingga semua fasilitas akses datanya (disket, USB, dll) tidak berfungsi (sehingga oknum staf tidak bisa mencuri data dari komputernya dan dibawa keluar perusahaan)

Nah, LTSP, sebagai salah satu solusi thin client, memiliki semua kelebihan yang tersebut diatas, dan masih ditambah lagi dengan :

  1. Bebas biaya lisensi : karena berlisensi GPL (open source). Bandingkan misalnya dengan solusi Windows Terminal Server, atau Citrix, yang bisa dengan mudah menembus angka ribuan atau puluhan ribu dolar.
  2. Fleksibel, mudah di upgrade : saya telah mengalami sendiri bagaimana mudahnya upgrade ke versi terbarunya; cukup install versi terbaru (yang akan terpasang di direktori yang berbeda dari versi sebelumnya), copy file-file konfigurasi yang lama — dan voila, selesai.
  3. Netral : apapun distro Linux yang anda gunakan, hampir bisa dipastikan bahwa LTSP bisa dipasang disitu.

Apakah LTSP itu sendiri ? Secara teknis, LTSP adalah satu set script yang memungkinkan kita menampilkan layar server di client, itu saja pada intinya. Tentu saja di dalamnya jauh lebih kompleks — ada fasilitas remote boot, remote file system, hardware auto detection, remote multimedia & output, dll.

Apakah ada kelemahan LTSP ? Tentu saja, tidak ada teknologi yang tidak mempunyai kelemahan. Sejauh ini ada beberapa, seperti penggunaan bandwidth yang agak lebih boros daripada Citrix (diperkirakan max. 50 client di satu segmen network 100 mbps), dan single point of failure di server.
Tapi ini semua bisa diatasi dengan perencanaan yang baik, rutinitas backup data yang dilakukan secara disiplin, dan strategi disaster recovery yang tepat (dimana proses recovery dapat dilakukan dalam hitungan menit saja).

Demikian sekilas informasi mengenai thin cllient & LTSP. Semoga bermanfaat.

Michael Dell menggunakan Ubuntu

Siapa sangka ternyata Michael Dell, konco erat Microsoft, menggunakan Ubuntu di laptopnya ?

Spec selengkapnya :

Hardware: Dell Precision M90

* Intel Core 2 Duo T7600 Processor
* 4GB DDR2 667Mhz DRAM
* 17″ WXGA+ Widescreen LCD
* 160GB 7200rpm SATA hard drive
* 8X DVD +/- RW optical drive
* NVIDIA Quadro FX 3500 512MB

Software:

* Ubuntu 7.04 Feisty Fawn
* VMWare Workstation 6 Beta
* OpenOffice.org 2.2
* Automatix2
* Firefox 2.0.0.3
* Evolution Groupware 2.10

Mudah-mudahan ini merupakan awal era baru - dimana akhirnya ada vendor global yang berani (dan tidak takut digertak / diancam oleh Microsoft) untuk membundel operating system non Windows. Dampaknya bisa sangat luar biasa bagi corporate buyers. Here’s hoping.

Sedikit Berita Untuk Kepala Sekolah

Moscow, Pengadilan akhirnya memutuskan untuk memotong gaji kepala sekolah di Rusia sebanyak 50 persen, terkait pemakaian software bajakan Microsoft.

Potongan gaji tersebut merupakan bentuk denda yang dikenakan pengadilan Rusia terhadap Alexander Ponosov lantaran menggunakan software bajakan Microsoft di 12 komputer di sekolahnya.

Menurut jaksa, Ponosov dinilai telah melanggar property rights Microsoft, karena membolehkan para muridnya memakai 12 komputer tersebut yang bersenjatakan sistem operasi Windows dan aplikasi Microsoft Office tak berlisensi.

Ponosov adalah kepala sekolah di sebuah sekolah terpencil di daerah Perm, Rusia. Ponosov sendiri mengaku bahwa dirinya tidak tahu menahu soal software yang dipakai di komputer sekolahnya yang ternyata palsu. Software tersebut diakui Ponosov sudah terinstal ketika mereka membeli komputer itu.

Ponosov yakin bahwa dirinya tidak bersalah dan mengklaim akan mengajukan banding. Ia juga mengaku belum membayarkan denda tersebut. Gaji Ponosov sendiri per bulannya adalah 10.000 rubel atau Rp 3,4 juta.

Microsoft Rugi Rp 92,3 Juta

Menurut agen berita RIA, menyebutkan pernyataan hakim, Ponosov dinyatakan telah merugikan Microsoft senilai 266,000 rubel atau Rp 92,3 juta (1 rubel = Rp 347 sumber: xe.com).

Rusia saat ini tengah berjuang menumpas kasus-kasus pembajakan sebagai bagian dari usahanya untuk bergabung dengan organisasi perdagangan dunia (World Trade Organization/WTO). Di Rusia, salinan Windows XP bajakan dijual dengan bandrol US$ 6 (Rp 53 ribu).(dwn/dwn) sumber: detik.net

ASUS Eee

Asus Eee (namanya lucu :) ) adalah sebuah sub-notebook dengan harga hanya US$ 200. Ini jelas tidak lazim, dimana biasanya makin kecil sebuah laptop, maka harganya justru akan menjadi makin mahal. Tidak demikian halnya dengan yang satu ini.

Spec nya juga sudah mencukupi untuk keperluan sehari-hari : Intel’s 910 mobile chipset, 900MHz Intel Dothan based Pentium M CPU, 512MB of DDR2 memory, full 802.11g wireless capability, 4 GB flash-based hard drive, four USB 2.0 ports, audio & microphone port, 10/100 Ethernet port, 56K phone modem port, VGA output, flash card reader, baterai: 3 jam, berat: 890 gram.
Disarankan untuk menggunakan hard disk eksternal tambahan, agar makin puas dalam menggunakan laptop ini.

Review lebih mendetail bisa dinikmati disini. Rencananya, laptop ini akan dirilis pada akhir tahun 2007.

i4Beryl

Hari ini bangun agak siang. Sebabnya semalam kencan dengan Beryl hingga jam 2 pagi. Beryl sangat cantik dan menggemaskan. Ia membuat aku merasa betah dan tidak ngantuk semalaman.

Perkenalanku dengan Beryl karena Ubuntu-ID, sebuah komunitas pengguna Ubuntu di Indonesia. Ubuntu sendiri merupakan salahsatu distro Linux yang banyak penggunanya.

Beryl adalah nama aplikasi windows manager yang mampu mengubah tampilan desktop linux 2D menjadi tampilan 3 Dimensi. Nikmatilah semua goyangan, lekukan, serta berbagai kemampuan Beryl lainnya, di komputer Anda.

Dengan Beryl aku dapat dengan sombong mempromosikan linux. Dengan Beryl pula aku tunjukan kekuatan Open Source. Ia adalah praktek produksi dan pengembangan yang memberikan akses ke bahan-bahan sumber akhir dari produk yang dibuat. Biasanya, kode program yang digunakan memungkinkan pengguna untuk menciptakan content atau fitur baru dalam produk tersebut.

Lebih luas, Open Source adalah sebuah cara berbagi dengan semangat kekeluargaan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Bukan hanya dalam teknologi informasi, semangat Open Source juga dapat dilakukan dalam berbagai hal. Semua orang dengan kemampuannya dapat bergandeng tangan membuat sesuatu untuk kepentingan orang banyak dengan mudah dan murah.